Tampilkan postingan dengan label diskusi2 kostan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diskusi2 kostan. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2009

Kodrat Ovum

Emm...,finally i can write about this thing..:)

Mungkin notes ini berbau sedikit feminis, but trust me this is not.
Gw baru dengar hal ini dari teman kostan gw, sebut saja namanya Bunga (hahaha..,nama favorit orangnya). Gw lupa kita lagi ngobrol tentang apa dan akhirnya sampai pada suatu istilah kodrat ovum.

Ehem, jadi menurut si Bunga, makhluk ciptaan Tuhan yang ada dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan (gw masih blum bisa menerima keeksisan makhluk di antaranya) memiliki sifat yang berbeda dalam menghadapi sesuatu yang disebut cinta (halaaah...,sesuatu yang sudah sangat sering dibahas sih sebenarnya). Seorang cowok adalah seorang yang (normalnya...) akan bertahan pada sesuatu yang dicintai, lebih senang mencintai daripada dicintai. Dulu gw sering dengar cowok-cowok yg ilfil sama cewek yang sering nguber2 mereka. Sedangkan cewek lebih seneng dicintai daripada mencintai. Nydar gak kalau kdg2 kita tuh awalnya gak ada rasa yang gimanaaaa sama satu cowok, tapi karena si cowok kekeuh nunjukin how he cares of us lambat laun kita bakalan luluh juga, y gak sih? Teman gw ada yg bilang, dia pengen lihat si cowok berjuang dulu, final decisionnya ditentukan dari seberapa jauh perjuangan mereka.
Kejadian ini tuh mirip sama proses pembuahan atau fertilisasi atau apalah namanya. Si ovum cuma nunggu dan para sperma-sperma akan berjuang untuk menjadi yang pertama meraih si ovum. Si ovum gak perlu ngapa-ngapain. Dia cuma nunggu di persimpangan tuba fallopi (udah cocok belum ya? Gw lupa namanya), and then a million of sperm will fight to get her (ini ajah kata ganti bwt ovum..).
Jadi, kesimpulannya kita sebagai cewek hanya perlu menunggu walaupun sekarang adalah masa di mana jumlah laki-laki sangat kritis. menurut gw, usaha ekstra yang bisa dilakukan cewek hanyalah melebarkan networking, memperluas pergaulan, ramah pada siapa saja, menjaga diri, dan lain-lain.
Hahahaha.., mudah-mudahan bisa menjadi salah satu dari perempuan yang bisa menjga diri.

Tapi, kembali lagi, zaman sudah banyak berubah. Apakah kodrat ovum masih bisa berjalan pada kondisi ketika tokoh utama lainnya juga ikut berubah?
Tunggu posting berikutnya...

(Maaf, caapeek buuuk...)